Buruh Menjadi Penggerak Ekonomi Bangsa

Fakta sejarah mengatakan Hari Buruh atau biasa disebut dengan May Day muncul saat salah satu tokoh kolonial mengkritik harga sewa tanah milik para buruh yang sangat murah untuk dijadikan lahan perkebunan dan para buruh bekerja dengan upah yang amat tidak layak. Dari sejarah itupun bukan hanya terjadi dalam waktu itu saja banyak berita yang menghiasi media mengenai buruh yang tidak henti-hentinya. Dalam UU No 12 Tahun 1948 di atur bahwa setiap tanggal 1 Mei buruh tidak boleh bekerja maka dari itu tanggal tersebut di peringati sebagai Hari Buruh. Sebelum masuk pembahasan kita sebaiknya mengerti dulu apa itu arti buruh? Menurut UU No 22 Tahun 1957 tentang penyelesaian perselisihan perburuhan mendefinisikan buruh adalah mereka yang bekerja pada majikan dan menerima upah. Dalam budaya Indonesia tataran orang-orang elit berbicara tentang buruh dimaksud pekerja “blue collar” yang selalu diidentikan dengan kumuh, gali lobang tutup lobang, kemiskinan.

Seperti yang kita rasakan dari sejak awal datang nya pandemik Covid-19 sampai sekarang, ekonomi masyarakat semakin perih, PHK di perusahaan-perusahaan banyak bergiliran, upah gaji semakin mengkrucut nilainya. Berbicara tentang buruh merupakan unsur pendukung dan sebagai tulang punggung untuk kemajuan ekonomi Indonesia, jika tidak ada buruh suatu perusahaan yang menghasilkan produk akan mengalami kelumpuhan. Tidak lepas dengan kata produksi pasti sangkut paut dengan upah. Pemberian upah kepada tenaga kerja dalam suatu kegiatan produksi pada dasarnya merupakan imbalan dari para produsen kepada tenaga kerja atas apa yang sudah disumbangkan dalam kegiatan di perusahaan tersebut. Upah buruh diberikan tergantung pada biaya keperluan hidup minimum pekerja dan keluarganya dan peraturan UU yang mengikat tentang upah minimum pekerja (UMR). Maka dengan ini perlu pencerdasan kepada seluruh masyarakat Indonesia buruh jangan diihat sebelah mata. Buruh juga perlu disejahterakan, dengan apa? Dengan memberikan upah sesuai dengan apa yang dikerjakan, jika saja pengusaha merauk untung sebesar-besarnya sedangkan buruh memperoleh upah bulanan yang amat tidak layak.

Mei 1, 2021 - Posted by mulawarman - No Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *