Relevansi Peran Perempuan Milenial

ditulis oleh syamsia satra

“kartini adalah pahlawan peradaban indonesia dan perempuan mileial saat ini semua berpotensi untuk menjadi kartini pada masanya, karena pada hakikatnya kita semua adalah anak peradaban”
~syamsia satra

Salah Satu Potret Pada Zaman Colonial Yaitu Lahirnya Kartini Yang Kemudian Menjadi Pembangun Peradaban, Sosok Yang Memberikan Inspirasi Bagi Kaum Wanita, Khususnya Wanita Indonesia. Beliau Mempunyai Semangat Hidup Yang Tinggi Dalam Memperjuangkan Kaumnya, Di Tengah-Tengah Kuatnya Adat Istiadat Masyarakat Suku Jawa Saat Itu. Lalu Bagaimana Dengan Potert Kartini Milenial Masa Kini, Yang Disebut Penulis Kartini Milenial Adalah Generasi Yang Dilahirkan Antara Tahun 1981 Sampai Dengan Tahun 1997. Berdasarkan Sumber Dari Trans Media Sosial, Karakteristik Generasi Milenial Yang Paling Mencolok, Yaitu Mereka Sangat Menguasai Gawai, Teknologi Dan Aktif Di Media Sosial, Seperti Facebook, Twitter, Youtube, Dan Instagram. Kartini Milenial Memiliki Kesempatan Untuk Terus Maju Dan Berkarya Berkarya Yang Mungkin Saja Tidak Dimiliki Kartini Kartini Sebelumnya, Sebut Saja Saat Ini Kartini Milenial Seperti Sherly Annvita, Najwa Shihab Dalam Bidang Praktisi Politik Ada Ibu Kholifah Inda Parawansa Gubernur Jawa Timur Dan Masih Banyak Lagi Yang Membanggakan Kaum Perempuan Tetapi Tidak Ada Keberhasilan Yang Datang Dengan Sendirinya Di Balik Keberhasilan Mereka Banyak Perjuangan-Perjuangan Yang Sudah Mereka Lakukan Khususnya Dalam Domain Pendidikan Seharusnya Kehadiran Mereka Mampu Menjadi Inspirasi Bagi Kartini-Kartini Milenial. Tetapi Sisi Lain Tidak Bisa Dinaifkan Bahwa Masih Banyak Kaum Perempuan Muda Yang Apatis Dengan Kebiasaannya Terjebak Dalam Arus Globalisasi Dan Berada Pada Garis Kaum Rebahan Menurut Survei Dari Harahap Dari Shop Nutrition Survei 5 2,3% Anak Perempuan Di Indonesia Tidak Aktif Dan Hampir Seluruh Waktunya Dihabiskan Di Depan Layar Gawai Komputer Dan Perangkat Elektronik Yang Menyebabkan Berkurangnya Aktivitas Fisik Atau Yang Sering Disebut Ringtones Dalam Mencintai Budaya Luar Seperti Negara Korea Amerika Dan Meninggalkan Budaya Lokal Tentu Hal Ini Akan Membandingkan Nilai-Nilai Moral Yang Sudah Diperkenalkan Kartini Sebelumnya Padahal Dengan Adanya Kebebasan Berekspresi Dan Berkarya Di Era Milenial Para Kaum Perempuan Diharapkan Untuk Mampu Mengembangkan Potensi Dengan Baik Hal Itu Bisa Dilihat Dalam Sebuah Pesan Yang Ditulis Oleh Kartini Kepada Nyonya Van Kool Pada Agustus Tahun 1900. “Alangkah Besar Bedanya Bagi Masyarakat Indonesia Bila Kaum Perempuan Dididik BaikBaik. Dan Untuk Keperluan Perempuan Itu Sendiri, Berharaplah Kami Dengan Harapan Yang Sangat Supaya Disediakan Pelajaran Dan Pendidikan, Karena Inilah Yang Akan Membawa Bahagia Baginya.” (Prani Pramudita). Oleh Karena Perlu Di Pahami Dan Menghilangkan Stigma Bahwa Perempuan Setinggi Apapun Profesinya Tetap Berada Didapur, Jadi Tidak Perlu Mengejar Pendidikan Tinggi-Tinggi. Lantas Bagaimana Menjadi Perempuan Milenial Yang Relevan Pada Saat Ini, Hal Utama Yang Perlu Diperhatikan Adalah Pola, Bagaimana Memanfaatkan Teknologi Dalam Keseharian. Bagaiman Kaum Perempuan Dapat Memanfaatkan Teknologi, Tidak Hanya Secara Maksimal, Tetapi Juga Bijaksana. Oleh Karena Itu Penulis Sangat Menyarankan Agar Perempuan Muda Indonesia Khususnya Para Aktivis Mahasiswa Di Momen Hari Kartini Pada Tahun 2020 Di Tengah- Tengah Pandemic Covid-19, Agar Memperbanyak HalHal Yang Produktif , Contoh Kecil Misalnya Meningkatkan Literasi, Belajar Memasak Dll, Karena Pada Dasarnya Menjadi Bagian Dari Kaum Hawa Didunia Ini Merupakan Suatu Kehormatan Tersendiri Yang Diberikan Allah Swt Kepada Kita. Sebagai Seorang Yang Ditakdirkan Untuk Menjadi Teladan Pertama Bagi Calon Penerus Peradaban Adalah Suatu Hal Yang Sangat Diperhitungkan Dalam Pencetakan Karakter Suatu Bangsa.

Referensi quotes : Mencari Pahlawan Indonesia Karya M Anis Matta

Jun 27, 2020 - Posted by mulawarman - No Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *