Opini hari bumi: bumi ditengah pandemi

ditulis oleh Hamdi Setiyawan

Datang tak di undang, datang tak di jemput, dah kaya Jailangkung aja, tapi itulah faktanya. Virus ini memang mematikan Katanya, Menurutku memang banyak kontroversi didalamnya mulai dari pemerintah yang sempat enggan memberikan data sampai tingkat kematian yang lebih rendah di  banding virus lainnya, tak lupa WHO pernah  mengeluarkan data anak muda kaya kita cuma 0,2% aja bisa terjangkit corona, Masyarakat geger akibat berita, pemerintah bingung mulai dari mana. Mungkin itulah yang terjadi di negeriku Indonesia.

Virus Corona mengubah manusia manusia tidak lagi bepergian, dan ekonomi  dunia pun ikut terkena dampaknya Jujur saja aku sangat menunggu bagaimana keadaan dunia setelah pandemi corona ini hilang, makin baik atau justru makin geger tapi kita tidak sedang membahas itu.

Taukah kamu bahwa virus corona juga memberikan dampak bagi bumi kita?

Sebelum kita membahas dampak Lingkungan karena adanya corona, mari kita renungkan sejenak tentang bumi kita saat ini,  Ada yang berani bilang kalau Bumi kita baik baik aja?,  Kalau ada kamu adalah orang yang sangat berani. Bumi kita sedang tidak baik baik aja kawan, tau gak kalau ada pembahasan pemanasan global dan perubahan iklim ditunda karena adanya corona. Sadar gak kalau bumi kita terasa sangat panas,  tidak lain dan tidak bukan ya karena pemanasan global dimana adanya peningkatan suhu rata-ratabumi akibat konsentrasi gas rumah kaca yang berlebih.

Saat ini yang menjadi faktor utama  pemanasan global adalah limbah indusri dan pemakaian listrik yang digunakan oleh manusia, bukankah kita pemeran utama rusaknya bumi? Belum lagi ditambah DPR & pemerintah Indonesia  yang sudah tidak lagi mementingkan aspek lingkungan terbukti dari (RUU CIKA “OMNIBUSLAW”) yang mereka rancang….  hahaha konyol.

bakalan banyak kebakaran dimana-mana kalau (RUU Cipta Kerja Pasal 37 Angka 16) resmi, Karena perusahaan pemegang izin konsesi di areal hutan gak harus tanggung jawab kalau ada kebakaran di areal kerjanya,  Mereka cuma di wajibin ngelakuin pengendalian dan pencegahan kebajaran di areanya. Hal itu tentunya bakalan berdampak juga sama pemanasan Global.

Gak cuma itu gais, hutan kita yang luas juga bakalan jadi korbanya gimana enggak, lah wong pasal 37 angka 3 RUU Cipta Kerja , mengatur kalau Luas minimal 30% kawasan hutan yang harus di pertahankan untuk tiap DAS (Daerah Aliran Sungai) dan tiap Pulau bakalan di hapus. Selain hutan yang tinggal cerita, karena pasal ini  juga bakalan membuat bencana ekologis yang makin banyak lagi.

ya iyalah orang sudah ga ada hutan.

itu baru 2 pasal aja gais masih ada beberapa pasal lainnya, kalau kita diam aja ya itu semua bakaln kejadian wkwk.

TAPI..

Semua ga kabar buruk kawan, lihat gak beberapa hari ini kalau sore kita sudah bisa ngeliat bulan sebelum malam, dan kabarnya jakarta kini sudah ga tertutup awan gelap akibat polusi, benar adanya jika seorang ustadz pernah bilang kepadaku “Segala sesuatu terjadi atas seizin Allah dan jikalau Allah berkehendak menjadikan  atau menggerakan sesuatu, pasti dibalik itu ada hikmahnya” tidak semua halyang kita anggap buruk ,itu buruk keseluruhan kawan. corona memberi-kan dampak baik bagi bumi, bekerja dari rumah, dan jaga jarak di ruang publik, adalah hal yang mengurangi polusi udara  dan membuat bumi

sedikit lebih baik tentunya hal ini kita perlu syukuri. yang menjadi pertanyaan besar sekarang“apakah ini hanya akan terjadi sementara ?” melihat kejadian ini bukan kah saat ini seharusnya kita sadar bahwa perusak utama BUMI adalah KITA

 

Sekian,

Atas Cintaku Pada Bumi,

Salam Lestari,

Hamdi…….

 

Jun 27, 2020 - Posted by mulawarman - No Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *