Kembalike KAMMI

Oleh :TharunaQalisMula


KAMMI sudah menjadi pergerakan mahasiswa muslim Indonesia yang telah membumi di era awal Reformasi yang dipenuhi oleh berbagai rintangan dan halangan dari penguasa kala itu, di mana pergerakan mahasiswa dari awal orde baru hingga awal reformasi 1998 selalu menjadi kambing hitam dalam mengganggu stabilitas nasional pada waktu itu. Reformasilah yang menentukan nasib bangsa Indonesia setelah runtuhnya rezim orde baru membuat pergerakan ini dibentuk sebagai bent uk keresahan mahasiswa dalam kondisi bangsa yang sedang porak-poranda dihantam krisis multidimensi, sehingga masyarakat terutama mahasiswa harus bisa mengetahui apa yang perlu dipertanyakan kepada penguasa untuk mencapai apa yang bangsa ini cita-citakan sedari awal kemerdekaan yaitu melindungi segenap tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut serta dalam melaksanakan perdamaian dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
KAMMI berdiri pada 29 Maret 1998, untuk menjawab tantangan zaman yang berubah di mana demokratisasi dan globalisasi telah merajalela di segala lini kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat. Tantangan tersebut ternyata tidak mampu dijawab oleh Penguasa Orde Baru kala itu yang hanya ingin selalu mempertahankan kekuasaan demi kepentingan pribadi dan golongan, bukan pada kepentingan rakyat dan bangsa Indonesia secara keseluruhan. KAMMI dalamperkembanganselanjutnyamenjadiwadahpergerakanmahasiswa yang haus akan perubahan yang lebih baik pada bangsa ini, sehingga KAMMI membutuhkan kembali kader-kader yang bisa mempertahankan pemahaman keislaman secara luas dan mendasar serta mampu menjawab segala tantangan yang muncul dari dalam maupun luar lingkup KAMMI itu sendiri.
Saat ini, KAMMI memiliki banyak tantangan tersendiri dalam menjalankan roda pergerakan mahasiswa pada hari ini, tentunya kita sebagai kader harus siap menghidup kan kembali KAMMI sebagai ruh dalam menjalankan roda pergerakan yang bisa menyelamatkan kepentingan ummat dari berbagai tantangan yang dihadapi, seperti ideology yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945, penerapan liberalisasi politik ekonomi dan kebudayaan yang terus digencarkan oleh pihak-pihak yang dengan sengaja menghancurkan akhlak dan moral anak bangsa, khususnya umat Islam Indonesia serta pengaruh-pengaruh lainnya yang ingin menghancurkan Islam sebagai kekuatan umat untuk bangkit kembali.
KAMMI mesti menjawab banyak pertanyaan yang muncul mengenai apakah reformasi sukses atau justru gagal? Pertanyaan semacam ini akan terus muncul jika melihat dari perkembangan situasi dan kondisi politik nasional yang sering kita saksikan bahwa pemerintah saat ini masih memiliki banyak kekurangan bahkan dengan dilakukan sengaja ingin menyabotase keberhasilan reformasi itu sendiri. Kita lihat betapa menyedihkannya kita menyaksikan bahwa pemerintah membuat peraturan perundang-undangan yang tidak sesuai dengan kondisi masyarakat kita saat ini dan hanya mementingkan kepentingan pribadi dan golongan seperti RUU KPK, Omnibus Law RUU CIKA, dan lain sebagainya yang hanya bertujuan untuk menyengsarakan rakyat dan menguntungkan segelintir elite dan koruptor yang tidak bertanggung jawab.
Maka daripada itu, KAMMI harus menjadi garda terdepan dalam menegakkan keadilan dan kesejahteraan ummat dengan selalu melakukan sosial control terhadap setiap pergerakan yang dilakukan pemerintah dalam berkaitan dengan bangsa Indonesia. Ini suatu hal yang jelas bahwa KAMMI membutuhkan banyak kader-kader tangguh dan berkompeten dalam menyikapi suatu isu yang berkembang di negara Indonesia ini, kader-kader KAMMI harus peka dalam melihat isu-isu ini dengan selalu menyuarakan kebenaran dan menentang setiap kebatilan yang muncul pada bangsa kita khususnya terkait dengan kebijakan pemerintah dan situasi masyarakat yang selalu berkembang.
Banyak yang dibutuhkan dalam mengubah bangsa ini kedepan, pemuda yang bergerak hari ini suatu hari akan menjadi pemimpin di masa yang akan datang, maka khusus untuk kader KAMMI, jika masih terbuai dalam kegiatan-kegiatan yang bersifat jangka waktu tetap, maka ini saatnya kita harus bisa kembali ke KAMMI untuk menghidupkan kembali kajian-kajian isu yang tengah menghangat, kitaisi kembali KAMMI dengan diskusi-diskusi menarik yang berkaitan dengan isu yang berkembang, dan tak lupa jika suara kita belum terdengar sampai pengambil kebijakan maka satu langkah kita yaitu AKSI dan kita akan LAWAN setiap kebatilan yang ingin menghancurkan persatuan dan kesatuan kita sebagai ummat.
Best Regard,
Tharuna Qalis Mula

Jun 25, 2020 - Posted by mulawarman - No Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *