Kartini Masa Kini | Part 1 | Implementasi Kartini untuk Perempuan Masa Kini

oleh Ririn Alawiyah | FAPERTA UNMUL

 

Ketika membicarakan Kartini pasti teringat Ibu Raden Ajeng Kartini. Ketika membicarakan Kartini pasti teringat ‘Habis Gelap Terbitlah Terang’. Ketika membicarakan Kartini yang teringat adalah emansipasi wanita, yang menyetarakan kedudukan atau derajat perempuan dengan laki-laki dalam hal memperoleh pendidikan.

Dan ketika membicarakan kartini masa kini pasti teringat Perempuan-perempuan yang cantik, rupawan dan lain sebaginya. Kartini masa kini bukan hanya diukur dengan kecantikan ataupun kerupawanannya seorang. Tetapi juga mengutamakan pola pikir yang cemerlang yang mampu melanjutkan pemikiran perempuan yang sebelumnya, yang rela meluangkan waktunya dalam hal pendidikan terlebih Agamanya dan taat dengan Agamanya.

Kartini masa kini bahkan dituntut untuk lebih memiliki pola pikir yang cemerlang. Dituntut untuk memiliki pendapat yang mampu menyelesaiakan masalah. Bahkan, dituntut untuk tidak mengundang terjadinya kekerasan yang dapat merugikan seorang perempuan tersebut. Kartini masa kini harusnya lebih mampu untuk mengetahui apa saja hal-hal yang dapat mengundang kejahatan. Karena, sekarang maraknya kekerasan terhadap perempuan yang dapat merugikan perempuan. Bahkan sebagian perempuan yang tak sadar mengundang kekerasan bahkan pelecehan terhadap dirinya sendiri.

Kartini masa kini yang telah memperoleh kesempatan untuk mendapatkan pendidikan harusnya memiliki moral yang lebih baik, rasa malu yang sangat baik dan rasa untuk melindungi dirinya bahkan untuk melindungi perempuan-perempuan yang lain.

 

Jun 25, 2020 - Posted by mulawarman - No Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *